Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Tuesday, November 9, 2010

Rakyat Sedang Menunggu dan Berharap ‘Supersemar II’ Pak SBY

Pidato Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada pertemuan dengan para Bankir Senin kemarin (1/3) di Jakarta mengingatkan akan kejadian bersejarah 44 tahun silam, tepatnya 11 Maret 1966, yang dikenal dengan nama Surat Perintah Sebelas Maret (supersemar), meski alur ceritanya berbeda. Kala itu, Presiden Sokarno mengeluarkan perintah kepada tiga Jenderal untuk melakukan pemulihan keamanan Negara, yang kemudian Supersemar itulah, yang menjadi awal reformasi kepemimpinan menuju Orde Baru.
Pidato SBY yang menegaskan jika dirinya bertanggung jawab atas penyelamatan Bank Century dengan alasan penyelamatan perekonomian, (sepertinya) seirama dengan permainan Soekarno masa lalu. Sukarno masalah kemananan Negara, SBY masalah perekonomian Negara. Bedanya, Sukarno perintahkan pada tiga jenderal militer, sementara SBY meski tidak memberi perintah atau izin, tapi keterlibatan dua orang ‘Jenderal’ ekonomi, yakni Boediono selaku Gubernur BI dan Sri Mulyani selaku Menkeu dipertanggung-jawabkannya.
Boleh jadi, Pak SBY (bakal) mengeluarkan surat perintah serupa dengan mengambil momentum 11 Maret 2010. Hanya tidak bisa diterka apakah benar, akan keluar Supersemar Jilid ke dua?, tetapi catatan perjalanan Presiden SBY dalam menapaki karirnya, kerap menggunakan simbol-simbol penanggalan sebagai langkah pengambilan kebijakannya. Sebut saja salah satu contoh kecil, pendirian Partai Demokrat di tangal 9-9-1999. Kalau saja itu terjadi, pertanyaannya, kepada siapakah Supersemar itu diberikan?
Sekedar menebak, jika saja terjadi rongrongan besar ‘memakzulkan’ SBY dalam posisinya sebagai Kepala Negara yang belakangan ini kerap mendapat tekanan untuk mundur dari jabatannya sebagai Presiden, termasuk tekanan kepada Budiono dan Sri Mulyani untuk mundur dari jabatannya, boleh jadi bakal ada langkah politik strategis SBY dalam menjaga eksistensinya sebagai Kepala Negara dua periode. Salah satunya (mungkin) ‘Supersemar’ itu.
Kembali ke zaman Soekarno, kala itu beliau (konon) banyak di backup oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) yang berhasil berinfiltrasi dalam konsep Nasakom Sukarno, yang kemudian oleh kalangan militer, posisi PKI dinilai sangat membahayakan, karena terlalu banyak merasuki pemikiran Soekarno, dan posisi kabinet saat itu juga dominasi PKI mulai menggurita.
Untuk Pak SBY, posisi Partai Demokrat (maaf, tidak bermaksud menyamakan dengan PKI ala Soekarno) tentu penjadi palang pintu dalam membackup semua kebijakan SBY. Paling anyar sejumlah partai-partai koalisi Pemilu lalu mulai gerah dengan sikap Partai Demokrat ini, lebih-lebih partai-partai oposisi.
Namun yang pasti, pidato Presiden SBY dihadapan para bankir 1 Maret kemarin, lebih bermakna ‘Serangan Umum 1 Maret’ kepada para anggota Pansus Bank Century, yang tujuannya ‘melemahkan syaraf’ kekuatan anggota Pansus, yang boleh jadi hasil rekomendasinya pada hari ini (2 maret) banyak yang menilai bakal melemahkan posisi Pak SBY dalam kempemimpinannya. Atau dengan kata lain, ingin membuktikan pada public bahwa SBY tidak terlibat dalam masalah Century, sama seperti Serangan Umum 1 Maret atau Serangan Fajar, yang dilakukan untuk militer Indonesia kepada Belanda san sekutu kala itu untuk membuktikan kepada Publik dunia, bahwa Indonesia masih ada.
Supersemar ala SBY, memang ditunggu. Apakah menyetujui pemunduran Budiono dan Sri Mulyani dengan momentum 11 Maret? Tapi rakyat Indonesia tidak perlu berandai-andai. Kita tunggu saja apa yang terjadi, semoga ‘kasus’ carut marutnya Century tidak mempengaruhi stabilitas Negara, dan rakyat masih bisa menyebut dirinya memiliki Presiden bernama SBY.
Rakyat pun tak perlu berandai-andai, apakah SBY juga bakal ‘tumbang’, sebagaimana tumbangnya Soekarno pasca mengeluarkan Supersemar. Yang pasti, perandaian rakyat Indonesia, adalah Indonesia bisa lebih sejahtera, dan para pemimpinnya bisa memberi teladan, tidak ingkar dengan visi mensejahterakan rakyatnya. Kita tunggu hasil paripurna DPR hari ini!!. (**)

Friday, July 30, 2010

Playboy Vs Politikus

Sebenernya sih lebih afdol kalo judulnya Playboy/Playgirl Vs Politikus/Polimarmut.

Kenapa Playboy/playgirl ; soalnya jaman sekarang sudah tidak ada lagi batasan, baik cowok ataupun cewek mereka sudah berani punya peliharaan (baca : pacar) banyak. “Hak Asasi Manusia” katanya.

Kenapa Poltikus/Polimarmut ; karena sekarang sudah tidak ada batasan lagi baik tikus ataupun marmut dua-duanya suka makan Duit Rakyat.

Playboy kalo diartiin : Play itu Main, Boy itu Cowok. Jadi Playboy adalah Main Cowok, Homo donk!!
Politkus dapat diartikan sebagai : Poli-Tikus, dimana Poli berarti Banyak, sedangkan Tikus adalah Hewan yang menjijikan, sering ada di got, lubang sawah, kalo pun di rumah pasti si tikus adalah pencuri beras! (Wah tekor-tekor, bisa-bisa ibuku gag jadi setor) "hehehehehehe,... jelek-jelek gini anak bos beras"
—————————————-

Di tengah-tengah perkelahian antara Ariel, Luna, dan Cut dan maraknya perbudakan uang di atas sana, gue sempet muter lagunya Indonesia Unite dengan lagunya Rindu Bersatu. Miris mendengarnya,,

Jadi mu ngomongi ap nih,,?? gue juga gak tahu. beehhh!

Tujuan

Para playboy sejatinya sangat senang bisa deket dengan banyak cewek-cewek kece, cute, manis, dan bersahabat (bisa dikibulin). Dia tidak punya satu hati yang pasti. kalau pun dia bilang “saya punya satu hati untuk satu cewek”, nyatanya itu hanya gombalan belaka biar bisa deket dengan cewek yang lain. Hanya satu tujuan playboy , CEWEK.

Politikus, ia berharap punya kolega banyak. Link atau jaringan yang banyak di kursi pemerintahan membuatnya lebih leluasa untuk bertindak. Tentu saja, menambah dukungan pula. Berharap modal yang ia keluarkan selama ini dapat kembali, dan bertambah. Tujuan Politikus cuman satu, Duit.

point 1
perbedaan : cewek <> duit

Cara Pencapaian tujuan

Cewek adalah makhluk ciptaan tuhan yang paling sexy dan lembut. Hati yang lembut itu bakalan luluh dengan ucapan-ucapan halus yang sedikit dibumbui garam dan cabai. Gombal, ya, ucapan halus itu adalah gombal, karena dengan meng-gombal maka cewek sekeras apapun bakalan luluh kayak kerbau ditusuk hidungnya. Playboy tentu saja memanfaatkan kelemahan ini untuk membombardir cewek, dengan begitu cewekpun didapatkannya hanya dengan ngomong. Ciri khas playboy adalah jago ngegombal (bukan kain gombal).

Masyarakat sangat senang bila keinginannya terpenuhi. Sebagai orang yang hanya bisa menerima peraturan dari atas, tentu saja akan memilih calon pemimpin yang sekiranya bisa memnuhi kebutuhan hidupnya. Maka dengan itu, politikus memandang hal ini adalah kunci baginya untuk naik tingkat. Keluarlah janji-janji yang bisa menggiurkan hal layak-ramai, berharap banyak yang memilihnya. Ciri yang paling menonjol dari politikus adalah jago ngomong, yang membuat pendengarnya percaya.

point 2
kesamaan : sama-sama jago ngomong

Ngeles

“Ternyata kamu punya cewek lagi selain aku!!” itulah nada marahnya cewek ke playboy yang ketahuan punya pacar yang lain. Kira-kira apa tanggapan/ jawaban si Playboy? “Beb,, sayang, Enggak kok, Dia tuh bukan pacar Aku, dia itu pembantu aku” si cewekpun langsung luluh. Jadi hati-hati aja kalo punya cowok yangk playboy, bukan jadi pacar tapi malahan jadi Pembantu. Mendingan mah pacaran ma aku "bisa naik pangkat jadi sekretaris, wkwkwkwkwk,...

“Tuurun! tuurun! tuurun!” teriakan masyarakat ketika mengetahui kalo Kepala Desanya korupsi. Kades pun menjawab “Saudara-saudara sekalian, asalkan saudara tahu, sebenarnya dana itu saya hibahkan untuk pembangunan mesjid, jalan, dan jembatan. nanti malam kita adakan syukuran (dangdut)”, masa pun terdiam dan langsung bubar. Padahal atap mesjid masih bocor, jalan berlubang dan jemabatan tidak layak pakai.

Point 3.
kesamaan : jago ngeles

Masa depan

Playboy : Tiap pagi bakalan ada satu cewek yang datang ke rumah, trus bilang “Kamu harus tanggung jawab!, anakmu sudah berumur 2 tahun”

Politikus : Tiap pagi bakalan ada satu orang yang datang ke rumah, dan bilang “Pak, sedekahnya pak. saya belum makan selama 3 hari”.

Any way, gue berharap banget bisa meluruskan jalan para playboy dan politkus ini. Baik dengan cara paksa maupun kasar. Akhirnya selesai juga.

The End

Lanjut baca komik Naruto 503 aah..