Showing posts with label corat-coret. Show all posts
Showing posts with label corat-coret. Show all posts

Friday, July 30, 2010

Playboy Vs Politikus

Sebenernya sih lebih afdol kalo judulnya Playboy/Playgirl Vs Politikus/Polimarmut.

Kenapa Playboy/playgirl ; soalnya jaman sekarang sudah tidak ada lagi batasan, baik cowok ataupun cewek mereka sudah berani punya peliharaan (baca : pacar) banyak. “Hak Asasi Manusia” katanya.

Kenapa Poltikus/Polimarmut ; karena sekarang sudah tidak ada batasan lagi baik tikus ataupun marmut dua-duanya suka makan Duit Rakyat.

Playboy kalo diartiin : Play itu Main, Boy itu Cowok. Jadi Playboy adalah Main Cowok, Homo donk!!
Politkus dapat diartikan sebagai : Poli-Tikus, dimana Poli berarti Banyak, sedangkan Tikus adalah Hewan yang menjijikan, sering ada di got, lubang sawah, kalo pun di rumah pasti si tikus adalah pencuri beras! (Wah tekor-tekor, bisa-bisa ibuku gag jadi setor) "hehehehehehe,... jelek-jelek gini anak bos beras"
—————————————-

Di tengah-tengah perkelahian antara Ariel, Luna, dan Cut dan maraknya perbudakan uang di atas sana, gue sempet muter lagunya Indonesia Unite dengan lagunya Rindu Bersatu. Miris mendengarnya,,

Jadi mu ngomongi ap nih,,?? gue juga gak tahu. beehhh!

Tujuan

Para playboy sejatinya sangat senang bisa deket dengan banyak cewek-cewek kece, cute, manis, dan bersahabat (bisa dikibulin). Dia tidak punya satu hati yang pasti. kalau pun dia bilang “saya punya satu hati untuk satu cewek”, nyatanya itu hanya gombalan belaka biar bisa deket dengan cewek yang lain. Hanya satu tujuan playboy , CEWEK.

Politikus, ia berharap punya kolega banyak. Link atau jaringan yang banyak di kursi pemerintahan membuatnya lebih leluasa untuk bertindak. Tentu saja, menambah dukungan pula. Berharap modal yang ia keluarkan selama ini dapat kembali, dan bertambah. Tujuan Politikus cuman satu, Duit.

point 1
perbedaan : cewek <> duit

Cara Pencapaian tujuan

Cewek adalah makhluk ciptaan tuhan yang paling sexy dan lembut. Hati yang lembut itu bakalan luluh dengan ucapan-ucapan halus yang sedikit dibumbui garam dan cabai. Gombal, ya, ucapan halus itu adalah gombal, karena dengan meng-gombal maka cewek sekeras apapun bakalan luluh kayak kerbau ditusuk hidungnya. Playboy tentu saja memanfaatkan kelemahan ini untuk membombardir cewek, dengan begitu cewekpun didapatkannya hanya dengan ngomong. Ciri khas playboy adalah jago ngegombal (bukan kain gombal).

Masyarakat sangat senang bila keinginannya terpenuhi. Sebagai orang yang hanya bisa menerima peraturan dari atas, tentu saja akan memilih calon pemimpin yang sekiranya bisa memnuhi kebutuhan hidupnya. Maka dengan itu, politikus memandang hal ini adalah kunci baginya untuk naik tingkat. Keluarlah janji-janji yang bisa menggiurkan hal layak-ramai, berharap banyak yang memilihnya. Ciri yang paling menonjol dari politikus adalah jago ngomong, yang membuat pendengarnya percaya.

point 2
kesamaan : sama-sama jago ngomong

Ngeles

“Ternyata kamu punya cewek lagi selain aku!!” itulah nada marahnya cewek ke playboy yang ketahuan punya pacar yang lain. Kira-kira apa tanggapan/ jawaban si Playboy? “Beb,, sayang, Enggak kok, Dia tuh bukan pacar Aku, dia itu pembantu aku” si cewekpun langsung luluh. Jadi hati-hati aja kalo punya cowok yangk playboy, bukan jadi pacar tapi malahan jadi Pembantu. Mendingan mah pacaran ma aku "bisa naik pangkat jadi sekretaris, wkwkwkwkwk,...

“Tuurun! tuurun! tuurun!” teriakan masyarakat ketika mengetahui kalo Kepala Desanya korupsi. Kades pun menjawab “Saudara-saudara sekalian, asalkan saudara tahu, sebenarnya dana itu saya hibahkan untuk pembangunan mesjid, jalan, dan jembatan. nanti malam kita adakan syukuran (dangdut)”, masa pun terdiam dan langsung bubar. Padahal atap mesjid masih bocor, jalan berlubang dan jemabatan tidak layak pakai.

Point 3.
kesamaan : jago ngeles

Masa depan

Playboy : Tiap pagi bakalan ada satu cewek yang datang ke rumah, trus bilang “Kamu harus tanggung jawab!, anakmu sudah berumur 2 tahun”

Politikus : Tiap pagi bakalan ada satu orang yang datang ke rumah, dan bilang “Pak, sedekahnya pak. saya belum makan selama 3 hari”.

Any way, gue berharap banget bisa meluruskan jalan para playboy dan politkus ini. Baik dengan cara paksa maupun kasar. Akhirnya selesai juga.

The End

Lanjut baca komik Naruto 503 aah..

Thursday, July 29, 2010

Ini Bukan Sastra

Melayang fikiran melayang
Bagaikan layang terbang melayang layang…
Terkena badai,lalu goyang,putus dan menghilang…

“Kecewa…”
Kenapa ku harus kecewa,ini hanya dunia maya…..
Percuma saja aku kecewa…
Tak bisa mengapa selain iya saja…

“Biarkan saja…
Waktulah yang akan bicara,seperti bunga kamboja yang tumbuh dan mati pada waktunya…

“Mencela…
Buat apa…??
Ini hanya maya,yang letaknya entah dimana,dan yang pastinya tidak di hati saya…

¤catatan hina,yang kecewa hari ini…..

Sunday, April 18, 2010

Antara Cinta dan Logika (?)

Cinta…memang membingungkan, bahkan terkadang cinta sangat sulit untuk didefinisikan. Cinta datang dan pergi sesuka hati dan bahkan cita hadir dalam hati tanpa permisi dan tanpa mengucap salam hadir dan hinggap dalam sanu bari. Tapi disatu sisi kehadiran cinta pun dapat dijemput, karena cinta hadir dan bersemi karena keterbiasaan. Biasa bersama, biasa bersenda gurau, biasa memberi dan menerima dan seterusnya.

Banyak dari kita terbuai olehnya, sehingga pada saat mencinta kita pun sulit untuk tidak mengabaikan logika. Sebagai contoh sederhana adalah pada saat seseorang atau kita sedang jatuh cinta atau mencinta maka yang terlihat oleh kita pada pasangan kita atau orang yang kita cinta adalah hal – hal yang baik – baik saja sedangkan yang hal lainnya berkecenderungan untuk diabaikan. Dengan kata lain yang bermain dan mendominasi diri kita adalah hati atau perasaan. Begitu pula sebaliknya jika kita sedang kecewa atau sakit hati maka yang terlihat adalah sisi yang berbeda dengan saat kita mencinta.

Logika dan cinta memang tidak dapat digunakan pada saat yang bersamaan dalam waktu yang sama pula karena keduanya memiliki peran dan karakteristik yang unik dan berbeda. Menurut filsafat IPA tidak akan akan mungkin jika ada kedua kekuatan dengan massa yang sama besar berjalan berdampingan dalam waktu yang bersamaan dengan kapasitas yang sama pula. Begitu pula cinta dan logika tidak akan berdampingan pada saat yang bersamaan dan dalam waktu yang sama pula. Salah satu dari mereka “logika atau cinta” pasti akan kalah atau sengaja dikalahkan. Ynag sulit untuk ditentukan mana – mana yang kalah dan mana – mana yang akan menang, semua itu bersifat temporer dan subyektif penilaiannya.

Esensi dari cinta itu pada dasarnya adalah esensi dari jiwa, dimana menurut philosof muslim Al – Farabi dan Aristoteles jiwa merupakan esensi tersendiri yang bersifat immaterial. Jiwa dapat berdiri sendiri. Berbeda dengan cinta, logika merupakan kepanjangan tangan dari jiwa “cinta” itu sendiri yang merealisasikan dari esensi jiwa melaui sensor – sensornya dan dengan gerakan – gerakan otot yang bekerja. Bekerjanya gerakan otot tersebut dikontrol oleh logika dan logika sangat dipengaruhi oleh jiwa. Logika dapat bekerja jika individunya menerima rangsangan dan respon dari panca indera yang bekerja.

Dengan kata lain pada dasarnya cinta dapat berdiri sendiri tanpa adanya logika yang bekerja. Tetapi jika cinta berdiri dan mendefinisikan dirinya sendiri “cinta”, maka tidak akan terjalin hubungan yang harmonis antar mahluk – mahluk kecil pengisi jagad raya yang sedang mencinta. Sehingga tidak akan ada lagi drama percintaan dalam sebuah sinetron yang mengharu biru atau telenovela yang didalamnya erat dengan cerita percintaan. Hal ini dikarenakan cinta tetap membutuhkan logika sebagai penyeimbang atau balancing dari sikap dan sifatnya.

Cinta dan logika memang hal yang berbeda tetapi tidak dapat dipisahkan. Keduanya akan memainkan peran dan fungsinya masing – masing tergantung dari kebutuhan yang diakomodir oleh insan yang mencinta. Karena pada saat seseorang sedang jatuh cinta dan mencinta maka orang itu secara tidak langsung sudah berpolitik. Hal ini ditunjukan oleh bagaimana ia berusaha untuk memperoleh dan mempertahankan cintanya. Dan yang harus disadari pada saat orang sudah bepolitik maka orang tersebut pasti akan memanipulasi keadaan, menganalisis permasalahan melalui suatu respon dengan stimilasinya atau apa pun. Dengan kata lain pada saat seseorang sedang dan akan mencinta maka ia akan berlogika ria Logika pun memilki suatu kebutuhan dan prosesi khusus yang menjadi bahan pembelajaran sehingga menjadi suatu pengalan – penggalan cerita dan pengalaman. Dengan bercinta maka orang pun belajar, karena dengan itu akan terjadi proses pembelajaran didalamnya tanpa disadari atau tidak. Disina antara keduanya “cinta dan logika” saling memenuhi dan mengisi tetapi tidak secara besamaan melainkan berselingan. Sehingga definisi tentang cinta pun sangat sulit untuk diungkapkan dengan kata karena adar perasaan dan hati yang bermain dan diimbangi oleh logika tentunya.